VISI MISI KLINIK IBNU SINA BALIKPAPAN

“POLI KLINIK IBNU SINA BALIKPAPAN”

VISI & MISI

VISI :

Menjadi Rumah Sakit Islam Kebanggaan Masyarakat, Profesional,dan Unggul Dalam Pelayanan

MISI :
1. Melaksanakan Layanan Kesehatan Masyarakat
2. Mengembangkan kemampuan layanan secara profesionaldengan prinsip kerjasama dan tolong menolong
3. Memadukan layanan kesehatan jasmani dan rohanisebagai standar layanan medis

Motto : “Melayani Sepenuh Hati”
Tujuan :
Memberikan layanan medis kepada masyarakat secara professional dengan sikap dan tingkah laku santun & akhlakul karimah
Budaya Lembaga :
Sebagai Pedoman bagi segenap karyawan Poliklinik Ibnu Sina dalam menjalankan aktifitas melayani masyarakat :

I : Itikat baik dalam melayani masyarakat
B : Bekerjasama
N : Nasihat
U : Unggul

S : Senyum, salam, sapa
I : Ihsan dalam bertingkah laku
N : Network
A : Aman-Nyaman

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , , | 1 Komentar

Pemeriksaan Imunologi Hepatitis B

HbsAg timbul dalam darah enam minggu setelah infeksi dan menghilang setelah tiga bulan. Bila persisten lebih dari enam bulan didefinisikan sebagai pembawa (carrier). Pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk menetapkan bahwa hepatitis akut yang diderita disebabkan oleh virus B atau superinfeksi dengan virus lain.

Anti-HBs timbul setelah tiga bulan terinfeksi dan menetap. Kadar Anti-HBs jarang mencapai kadar tinggi dan pada 10-15% pasien dengan Hepatitis B akut tidak pernah terbentuk antibodi. Anti HBs diinterpretasikan sebagai kebal atau dalam masa penyembuhan. Dulu, diperkirakan HBsAg dan anti HBs tidak mungkin dijumpai bersama-sama, namun ternyata sepertiga carrier HBsAg juga memiliki HBsAntibodi. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi simultan dengan sub-tipe yang berbeda.

HbeAg berkorelasi dengan sintesis virus yang tengah berjalan dan infeksius. Pada masa akut HBeAg dapat muncul transient, lebih pendek daripada HBsAg. Bila persisten lebih dari sepuluh minggu pasien masuk dalam keadaan kronik.

Anti-Hbe adalah suatu pertanda infektivitas relatif yang rendah. Munculnya anti-HBe merupakan bukti kuat bahwa pasien akan sembuh dengan baik.

HbcAg tidak dapat dideteksi dalam sirkulasi darah, tetapi antibodinya (antiHBc) bisa. IgM antiHBc menunjukkan hepatitis virus akut. Antibodi ini dideteksi setelah HBsAg menghilang dari serum pada 5-6% kasus hepatitis B akut. IgM anti-HBc yang persisten menunjukkan penyakit kronik virus B, biasanya kronik aktif hepatitis. Titer rendah IgG anti-HBc dengan anti-HBs menunjukkan infeksi hepatitis B di masa lampau. Titer tinggi IgG anti-HBc tanpa anti-HBs menunjukkan infeksi virus persisten.

HBV-DNA adalah petanda yang paling sensitif untuk replikasi virus. Metode yang digunakan sudah beraneka ragam. Metode yang digunakan adalah polymerase chain reaction (PCR). Satu genom viruspun dapat dideteksi. Bahkan HBV-DNA dapat dijumpai pada serum dan hati setelah HBsAg menghilang, khususnya pada pasien dengan terapi anti-viral. HBV-DNA serum merupakan indikator yang baik untuk kadar viremia, dan pada beberapa penelitian berkorelasi dengan kadar transaminase serum serta paralel dengan HBsAg.

Gambar 4. Perjalanan akut hepatitis tipe B
Sumber : Harrison. Textbook of Internal Medicine.

HEPATITIS B - 2

Gambar 5. Perjalanan kronik hepatitis B
Sumber : Harrison. Textbook of Internal Medicine.

HEPATITIS B - 2

Daftar pustaka

  1. Sherlock Sheila. Disease of the Liver and Biliary System. Ed 9. London:Oxford Backwell Scientific Publications. 1993:269-77.
  2. Chau-Ting Yeh. Molecular Monitoring of Hepatitis B and C. Liver Research Unit, Chang Gung Medical Center Taoyuan, Taiwan. 7th ACCP, Kaohsiung.2002.
  3. Do Sim Park, Young Jin Lee, Ji Hyun Cho et al. Monitoring of Semiquantitation of Hepatitis B Virus E Antigen on Elecsys 2010 Immunoanalyzer in Lamivudine Treated Patients. Department of Laboratory Medicine, Department of Internal Medicine School of Medicine, Wonkwang University, Iksan, Korea. 7th ACCP, Kaohsiung.200
Dipublikasi di Artikel | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

7 OBAT ALAMI ASAM URAT

Asam urat atau gout adalah penyakit yang sudah ada dari zaman dahulu kala. Bangsa Mesir sekitar 5000 tahun lalu dan Bangsa Yunani beberapa puluh abad kemudian sudah menyebutnya. Al-Razi atau Rhazes, salah satu dokter muslim kenamaan di abad pertengahan, menyarankan beberapa jenis terapi untuk mengobati asam urat.

Asam urat dikenal sebagai “penyakit para raja” karena banyak diderita oleh orang-orang kaya dan bangsawan yang suka makan yang enak-enak namun kurang beraktivitas fisik. Beberapa tokoh terkenal dalam sejarah diketahui menderita penyakit asam urat, di antaranya: Kubilai Khan, Raja Henry VIII, Nostrodamus, Isaac Newton, Thomas Jefferson, dan Raja Charles V yang memimpin imperium Inggris di puncak kejayaannya. Bila kita cermati dari lakon ketoprak dan cerita rakyat, Menak Jinggo– sang raja Blambangan (Banyuwangi) yang memberontak dari Majapahit–tampaknya juga menderita asam urat. Hal itu terlihat dari langkahnya yang terpincang-pincang dan seringnya dia mengeluhkan kakinya.

ibnusina1

Karena sejarah penyakit asam urat yang panjang tersebut, obat-obatan tradisional alami juga telah lama digunakan manusia untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Sidaguri (sida rhombifolia)

Sidaguri adalah

tanaman liar yang banyak tumbuh di tepi jalan, halaman berumput, hutan, sawah, dan tempat-tempat dengan sinar matahari langsung atau sedikit terlindung. Sidaguri mengandung alkaloid ephedrine, terutama pada bijinya, yang memiliki efek mendinginkan badan (anti demam), melancarkan pencernaan, menyusutkan jaringan (astringent), merangsang produksi air seni (diuretik) dan menguatkan stamina. Selain efektif untuk asam urat, sidaguri juga bermanfaat mengatasi hematuria, cystitis, kelemahan seksual dan kualitas sperma buruk.

2. Legundi (vitex negundo)

Bunga dan daun Legundi adalah salah satu herbal yang sangat efektif ibnusina2mengendalikan rasa sakit dan inflamasi karena artritis dan sciatica.

Pohon legundi adalah semak merayap dengan tajuk tidak beraturan, aromatik, dan tinggi 1-4 m. Pohon ini dapat dijumpai sebagai tanaman liar di daerah hutan jati, hutan sekunder, di tepi jalan dan pematang sawah dan berbunga pada bulan Januari – Desember.

3. Habbatussauda (nigella sativa)

Habbatussauda atau

jintan hitam telah digunakan lebih dari 2000 tahun oleh orang Yunani dan Timur Tengah untuk berbagai pengobatan. Efeknya yang anti radang sangat cocok untuk meredakan peradangan akibat asam urat. Selain itu, jintan hitam juga berkhasiat meredakan asma, flu dan alergi, mengurangi tekanan darah tinggi, mencegah batu empedu, mencegah kanker, dan banyak lainnya.

4. Salai guggul (boswellia serrata)

Tanaman ini banyak tumbuh di India dan Asia Selatan. Resin yang diambil dari pohon tanaman ini dimurnikan dan digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan asam urat. Asam boswelik yang terdapat di dalamnya dikenal juga dapat mengurangi kolesterol dan melindungi hati terhadap bakteri endotoksin. Bagian non-asam dari ekstrak pohon salai guggul dapat menurunkan tekanan darah dan bersifat menenangkan.

5. Jahe Merah (zingiber officinale)

Jahe merah adalah herbal anti peradangan. Selain itu, jahe merah meningkatkan nafsu makan dan memperlancar sistem pencernaan dan pernafasan. Jahe merah membantu mengurangi peradangan di sendi dan membuang tumpukan asam urat dengan memperlancar sirkulasi darah.

6. Brotowali (tinospora cordifolia)

Brotowali dinilai sebagai salah satu herbal utama peningkat sistem imun tubuh (immuno-modulator). Karena sifatnya tersebut, brotowali membuat tubuh lebih sehat terhadap penyakit dan lebih awet muda. Selain meringankan asam urat, brotowali juga bermanfaat mengatasi diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan menyehatkan organ-organ vital tubuh.

7. Teh Hijau

Teh hijau mengandung banyak polifenol yang bekerja sebagai antioksidan pencegah serangan asam urat. Selain itu, teh hijau juga mengandung vitamin C dan vitamin E yang bermanfaat bagi penderita asam urat. Riset oleh universitas Michigan menunjukkan bahwa teh hijau mengandung senyawa yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang mencegah produksi molekul penyebab inflamasi dan kerusakan sendi pada pasien asam urat.

Dari  Majalah kesehatan.com

Dipublikasi di Artikel | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Penting Memeriksakan Gula Darah dan Lemak Darah

<

Mengapa Penting Memeriksakan Gula Darah dan Lemak Darah?

Biasanya dalam tes darah yang baku, termasuk juga tes gula darah, namun tidak mengukur tingkat lemak dalam darah. Orang yang menggunakan terapi anti-retroviral (ART) disarankan untuk memerikasakan lemak dan gula dalam darahnya secara intensif karena terapi tersebut bisa mengakibatkan adanya pengingkatan gula darah dan lemak darah yang tinggi.

gbr insulin release

gbr insulin release

Gula Darah

Kondisi gula darah di dalam tubuh akan meningkat biasanya setelah Anda mengonsumsi makanan. Tingkat glukosa yang tinggi atau hiperglikemia dapat mengindikasikan penyakit diabetes melitus.

Kondisi gula darah yang tinggi lambat laun akan merusak saraf, ginjal, jantung, dan juga mata. Sedangkan gula darah yang rendah atau sering disebut dengan hipoglikemia sering menyebabkan kelelahan.

Dalam kasus orang yang mengalami gula darah yang tinggi bisa berarti bahwa di dalam pankreasnya tidak memproduksi insulin secara cukup. Bisa juga terjadi apa yang disebut resistensi insulin atau orang yang memiliki cukup insulin namun tubuhnya tak mampu menanggapinya secara normal. Keadaan tersebut akan menyebabkan sel tidak memperoleh gula yang cukup untuk dijadikan tenaga sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Ada beberapa cara untuk mengukur tingkat gula darah yakni tes gula darah sewaktu-waktu yang dilakukan kapan saja, tanpa memperhatikan waktu makan dan tes gula darah puasa dimana contoh darah dalam tes ini diambil ketika perut dalam keadaan kosong karena berpuasa.

Kadar normal gula darah orang yang berpuasa ialah 65-110 mg/dl. Cara lain, tes toleransi glukosa yang dimulai dengan tes gula darah puasa. Kemudian orang yang dites tersebut diberikan minuman manis yang mengandung gula dengan ukuran tertentu. Tingkat gula darah lalu diukur dengan memakai beberapa contoh darah yang diambil pada jangka waktu yang tertentu.

Di Indonesia sendiri, tes yang kerap dilakukan ialah tes gula darah setelah makan. Juga dimulai dengan tes gula darah puasa, kemudian kita diminta untuk makan seperti biasa dan darah kita akan diperiksa lagi dua jam kemudian.

Lemak Darah

Lemak merupakan salah satu sumber tenaga. Lemak digunakan untuk membuat hormon dan dinding sel, melumasi beberapa bagian tubuh yang bergerak, pun melindungi organ. Namun, terlalu banyak kandungan lemak di dalam darah akan meningkatkan resiko penyakit jantung atau pankreatis.

Mayoritas lemak yang terdapat di dalam tubuh berbentuk trigliserida. Supaya bisa diangkut oleh darah, lemak dibungkus molekul protein. Dan kumpulan lemak yang terbungkus protein ini disebut dengan lipoprotein.

Lipoprotein yang lebih besar disebut dengan lipoprotein kepekaan tinggi atau HDL yang sering diangap sebagai lipoprotein baik karena berperan dalam mengeluarkan lemak dari pembuluh darah dan mengembalikannya ke hati untuk diproses lagi. Dan tingkat HDL yang tinggi dapat melindungi dari penyakit jantung. Lemak darah diukur dalam mg/dL.

Mengukur Trigliserida

Kadar trigliserida di dalam tubuh akan melonjak pasca kita makan. Makanya untuk menjalani tes tersebut Anda harus berpuasa sebelumnya selama 8 jam. Adapun tingkat trigliserida dibawah 200 mg/dL dianggap normal. Dan tingkat gliserida diatas 1.000 mg/dL  dapat menyebabkan pancreatitis.

Mengukur Tingkat Kolesterol

Dalam kolesterol total didalamnya telah mencakup LDL dan HDL. Kondisi kolesterol total ini tidak memiliki perubahan signifikan pasca makan sekalipun, makanya darah untuk melakukan tes kolesterol ini bisa diambil kapanpun. Tingkat kolesterol total dibawah 200 mg/dL dianggap baik dan di atas 240 mg/dL dianggap buruk.

HDL dapat diukur pada contoh darah yang diambil tanpa puasa. Semakin tinggi tingkat HDL dalam darah akan semakin baik. Dan LDL dihitung memakai rumusan yang mencakup tingkat trigliserida. Contoh darah yang diambil setelah puasa dipakai untuk mengukur tingkat trigliserida atau untuk menghitung kolesterol LDL. Tingkat LDL di bawah 100mg/dL dianggap baik, sedangkan bila di atas 160mg/ dL menunjukkan resiko tinggi terhadap penyakit jantung.

Dipublikasi di Artikel | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar